UTS PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

UTS PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

NAMA : MAHARANI FAIRUZ ZAHRA 

NIM : 41823108

KELAS :IK 3Persegi panjang tipis yang memanjang untuk memisahkan bagian dokumen



1. Menurut anda seberapa penting peran agama dan lembaga keagamaan didalam kehidupan bermasyarakat? Berikan pandangan anda serta berikan contohnya?

 1. Menurut saya peran agama dan lembaga keagamaan sangat penting dalam membentuk moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh, agama memberikan kerangka kerja bagi norma-norma yang mengatur perilaku individu dan interaksi sosial. Lembaga keagamaan juga dapat menjadi tempat untuk beribadah, mendidik, dan memberikan dukungan sosial.Agama dan lembaga keagamaan mengajarkan umatnya untuk selalu berada dalam taqwa, menjauhi perbuatan dosa, dan selalu berusaha untuk melakukan amal shalih dalam kehidupan sehari-hari. agama dan lembaga keagamaan juga mengatur kehidupan dan tingkah laku masyarakat dalam bersosialisasi. agama dan lembaga keagamaan haruslah mewadahi semua kepentingan agama-agama yang diakui dan dianut oleh warga negaranya secara adil. tak boleh ada pembeda atau kesenjangan dalam pelaksanannya. dengan demikian, agama dan lembaga keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk perilaku santun dan amal shalih dalam masyarakat.Salah satu contoh peran lembaga keagamaan adalah menciptakan umat yang toleran dan menjungjung tinggi perbedaan. Lembaga keagamaan juga berperan dalam memberikan pemahaman dan penerangan bagi masyarakat, dengan demikian, lembaga keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk nilai-nilai, moralitas, dan harmoni dalam masyarakat.

2. Sebagai generasi muda, bagaimana anda memahami dan menjalankan Pancasila sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia dalam kehidupan anda! Serta metode apa yang efektif dalam memperkenalkan Pancasila di kalangan generasi muda! 

2. Untuk menjalankan Sila Ketiga ini dalam kehidupan sehari-hari, saya : 

- Menghargai perbedaan antarindividu, kelompok, suku, agama, dan budaya tanpa mengabaikan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. 

- Menjauhi sikap atau tindakan yang dapat memicu perpecahan atau konflik antarwarga negara. 

Saling membantu dan bekerjasama untuk kepentingan bersama.


• Metode yang efektif dalam memperkenalkan Pancasila di kalangan generasi muda melibatkan pendekatan yang interaktif, dan inspiratif. sebagai contoh:

- Penggunaan Teknologi : Menggunakan teknologi, seperti aplikasi mobile, platform e-learning, atau media sosial, untuk menyampaikan informasi mengenai Pancasila secara menarik dan interaktif.

- Ceramah dan Diskusi Inspiratif: Dengan cara undang pembicara atau tokoh masyarakat yang dapat memberikan ceramah inspiratif tentang pentingnya Pancasila dalam membentuk karakter dan kehidupan bermasyarakat.


3. Salah satu tujuan dari konstitusi adalah memberikan pembatasan & pengawasan terhadap kekuasaan politik, serta jaminan terhadap hak dan kewajiban warga negara. konstitusi negara kita adalah UUD 1945. bagaimana poin-poin penting dalam konstitusi tersebut dilaksanakan di Indonesia? jelaskan dan berikan contoh!  

 3.Contoh penerapan poin-poin penting dalam konstitusi UUD 1945 di Indonesia antara lain adalah melalui pembentukan lembaga-lembaga negara, seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman. Lembaga-lembaga ini bertugas untuk memberikan pembatasan dan pengawasan terhadap kekuasaan politik, serta memastikan bahwa kekuasaan politik dijalankan secara adil dan transparan. Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah melakukan berbagai reformasi hukum untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan pemerintah sesuai dengan hukum dan tidak bertentangan dengan konstitusi. 

 - Sistem Pengawasan Legislatif, Contoh: Mekanisme pengawasan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap kebijakan pemerintah, termasuk pembahasan dan pengesahan anggaran serta evaluasi kinerja eksekutif.

- Perlindungan Hak Asasi Manusia, Contoh: Penegakan hak asasi manusia melalui lembaga-lembaga seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang bertugas melindungi dan mempromosikan hak asasi manusia di Indonesia.


* Poin-poin itu menunjukkan cara konstitusi diimplementasikan di Indonesia untuk mencapai tujuan pembatasan kekuasaan politik dan jaminan hak warga negara sesuai dengan prinsip-prinsip UUD 1945.


4. Jelaskan dan berikan contoh mengenai Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis dalam Filsafat Pancasila! 

Fotografi berperan dalam perubahan sosial, karena memiliki pesan yang mendalam di setiap gambarnya. Mahasiswa diwajibkan membuat 1 (satu) hasil karya foto (hasil karya sendiri) mengenai 

fenomena di kehidupan masyarakat yang bertemakan dr”Nasionalisme” Foto diunggah di blog 

masing-masing dan berikan analisa kritis/rekomendasi/solusi mengenai foto tersebut

4. - Nilai dasar mencakup prinsip-prinsip pokok yang menjadi dasar filosofi negara. Dalam Pancasila itu merupakan nilai dasar yang membentuk fondasi bangsa Indonesia. Contoh: Ketika warga Indonesia menjunjung tinggi keberagaman agama dan menjalankan kehidupan sosial berdasarkan semangat persatuan, mereka menerapkan nilai dasar Pancasila.


- Nilai instrumental adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai alat atau sarana untuk mencapai tujuan dari nilai dasar. Ini mencakup etika, moralitas, dan norma-norma yang memandu tindakan individu dan masyarakat. Contoh: Konsep gotong royong, saling menghargai, dan keadilan menjadi nilai instrumental yang digunakan untuk mencapai prinsip-prinsip Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.


- Nilai praksis mencakup penerapan konkret dari nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Ini melibatkan tindakan dan kebijakan yang diimplementasikan untuk mencerminkan nilai-nilai dasar dan instrumental. Contoh: Pelaksanaan kebijakan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan sebagai upaya nyata menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan nasional.

Analisa Krisis :

Krisis: Foto ini menggambarkan sebuah fenomena Nasionalisme di kehidupan masyarakat Indonesia seperti biasanya yaitu upacara bendera merah putih. 

Analisis fenomena nasionalisme selama upacara bendera di sekolah dapat mencakup evaluasi semangat kebangsaan siswa, kecintaan terhadap negara, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dan dampaknya terhadap pembentukan karakter. 

°Rekomendasi untuk meningkatkan nasionalisme dapat melibatkan pendekatan inovatif dalam pelaksanaan upacara, seperti mengintegrasikan pendidikan sejarah yang menarik dan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan patriotik. Sehingga tertanam nilai-nilai patriotisme di kalangan siswa.

Komentar